Kalau kamu pejuang Sekolah Kedinasan, pasti sudah akrab dengan yang namanya tes figural. Di awal, soal-soal ini sering terlihat “ramah”. Tidak ada cerita panjang, tidak perlu hitung rumus, tidak ada angka desimal yang bikin stres. Isinya cuma gambar. Kelihatannya simpel.
Tapi begitu dikerjakan… Lima menit kemudian kepala mulai berat, mata pegal, dan fokus buyar. Yang awalnya niat “rehat sejenak dari matematika”, malah jadi sesi mabuk visual.
Tes figural di seleksi Sekolah Kedinasan memang unik. Ia tidak menguji hafalan, tapi ketahanan mata, kejelian otak, dan kemampuan membaca pola dengan cepat. Dari tiga jenis utama analogi, ketidaksamaan, dan serial masing-masing punya jebakan tersendiri.
Nah, artikel ini akan membahas:
- Kenapa soal figural sering bikin pusing
- Jenis figural mana yang paling “menyiksa”
- Kesalahan umum peserta tes
- Dan strategi santai tapi efektif biar gak gampang KO saat tes Sekolah Kedinasan
Kenapa Tes Figural di Sekolah Kedinasan Terasa Lebih Berat dari Kelihatannya?
Salah satu alasan utama kenapa tes figural di Sekolah Kedinasan terasa berat adalah karena otak kita jarang dilatih untuk “melihat”. Kita terbiasa membaca kata dan angka, bukan membaca pola visual.
Soal figural memaksa otak melakukan banyak hal sekaligus:
- Mengamati bentuk
- Membandingkan detail kecil
- Mengingat perubahan
- Mengambil keputusan cepat
Masalahnya, semua itu dilakukan dalam waktu terbatas.
Di sinilah banyak peserta tes Sekolah Kedinasan mulai kehilangan ritme. Bukan karena tidak pintar, tapi karena mata dan otak belum terbiasa bekerja seintens itu.
- Analogi Figural: Terlihat Jinak, Tapi Penuh Tipuan
Tingkat Pusing: Sedang tapi Menjebak
Soal analogi figural biasanya berbentuk:
Gambar A berhubungan dengan gambar B.
Gambar C harus dipasangkan dengan…?
Di tes Sekolah Kedinasan, analogi figural sering dijadikan “pemanasan”. Tapi jangan salah, justru di sinilah banyak peserta lengah.
Kenapa Bisa Bikin Pusing?
Karena otak kita cenderung:
- Menemukan satu pola → langsung berhenti berpikir
- Merasa sudah “klik” → padahal belum lengkap
Contohnya:
- Kamu melihat gambar A diputar 90 derajat ke kanan jadi B
- Kamu langsung terapkan ke C
- Padahal ada perubahan tambahan: jumlah garis berkurang, warna berubah, atau posisi titik berpindah
Kesalahan klasik di tes Sekolah Kedinasan adalah terlalu cepat merasa yakin.
Cara Aman Menghadapi Analogi Figural
Untuk analogi figural:
- Selalu cari minimal dua perubahan
- Jangan berhenti di rotasi saja
- Periksa: jumlah elemen, arah garis, warna, dan posisi
Ingat, soal figural Sekolah Kedinasan jarang sesederhana satu langkah.
- Ketidaksamaan Figural: Musuh Bebuyutan Banyak Peserta
Tingkat Pusing: Paling Tinggi
Kalau ditanya soal figural mana yang paling bikin frustrasi di tes Sekolah Kedinasan, mayoritas akan menjawab: ketidaksamaan figural.
Soalnya simpel:
Dari lima gambar, mana yang paling berbeda?
Tapi justru karena “simpel”, otak sering terjebak.
Kenapa Ketidaksamaan Paling Bikin Mabuk Visual?
Karena:
- Tidak ada urutan
- Tidak ada petunjuk arah
- Semua gambar terlihat mirip di awal
Mata dipaksa membandingkan lima gambar sekaligus. Dan perbedaannya sering:
- Cuma satu garis melengkung
- Satu sudut lebih tajam
- Jumlah titik ganjil vs genap
Di tes Sekolah Kedinasan, perbedaan besar jarang dipakai. Justru detail mikro yang jadi kunci.
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Banyak peserta:
- Terlalu fokus mencari perbedaan mencolok
- Padahal jawabannya ada di hal kecil yang konsisten
Misalnya:
- Empat gambar punya jumlah sudut genap
- Satu gambar ganjil
Atau:
- Empat gambar simetris
- Satu tidak
Strategi Jitu Ketidaksamaan Figural
Saat mengerjakan ketidaksamaan figural di tes Sekolah Kedinasan:
- Jangan bandingkan gambar secara acak
- Tentukan satu kriteria dulu (misal: jumlah garis)
- Cek semua gambar dengan kriteria itu
- Kalau belum ketemu, ganti kriteria
Ini jauh lebih hemat energi daripada menatap lima gambar sekaligus tanpa arah.
- Serial Figural: Mata Dipaksa Joget Bareng Gambar
Tingkat Pusing: Tinggi dan Melelahkan
Serial figural biasanya berbentuk:
Gambar 1 → Gambar 2 → Gambar 3 → ?
Di tes Sekolah Kedinasan, serial figural sering menggabungkan beberapa pola sekaligus.
Kenapa Serial Figural Bikin Cepat Capek?
Karena:
- Ada elemen yang bergerak
- Ada elemen yang berubah bentuk
- Ada elemen yang berubah warna
Masalahnya, semua berubah bersamaan.
Mata harus:
- Melacak pergerakan
- Mengingat posisi sebelumnya
- Membandingkan perubahan
Kalau dilakukan tanpa strategi, fokus bisa buyar dalam hitungan detik.
Kesalahan Umum Peserta
Kesalahan paling sering:
- Melihat gambar secara utuh
- Tidak memecah elemen
Padahal di tes Sekolah Kedinasan, serial figural hampir selalu punya pola terpisah.
Cara Lebih Santai Menghadapi Serial Figural
Gunakan teknik isolasi:
- Fokus hanya pada satu elemen dulu
- Abaikan yang lain
- Setelah ketemu polanya, baru gabungkan
Contoh:
- Elemen A: bergerak searah jarum jam
- Elemen B: berubah warna tiap dua langkah
- Elemen C: jumlahnya bertambah satu
Kalau dicampur dari awal, pusing. Kalau dipisah, jauh lebih masuk akal.
Perbandingan Tingkat “Siksaan” Soal Figural di Sekolah Kedinasan
Kalau dirangkum:
- Analogi: butuh logika dan ketelitian
- Ketidaksamaan: butuh kesabaran dan mata elang
- Serial: butuh fokus dan manajemen perhatian
Di tes Sekolah Kedinasan, ketiganya sering muncul bersamaan. Jadi tidak ada pilihan untuk menghindar yang ada hanya beradaptasi.
Kenapa Jam Terbang Lebih Penting daripada Bakat?
Banyak yang bilang:
“Aku emang gak berbakat soal gambar.”
Padahal, soal figural Sekolah Kedinasan bukan soal bakat, tapi soal kebiasaan.
Semakin sering kamu:
- Melihat pola
- Membandingkan bentuk
- Mengamati perubahan
Semakin cepat otak mengenali pola tanpa perlu berpikir keras.
Awalnya memang pusing. Tapi setelah puluhan latihan, mata akan “ngeh” sendiri.
Tips Anti Mabuk Visual Saat Latihan dan Tes
- Batasi Waktu per Soal
Jangan terlalu lama di satu soal figural Sekolah Kedinasan.
Idealnya:
- 30–40 detik
- Jika belum ketemu, lewati
Ingat, satu soal tidak sebanding dengan rusaknya fokus untuk lima soal berikutnya.
- Gunakan Teknik Hitung
Kalau pola visual tidak ketemu:
- Hitung sudut
- Hitung garis
- Hitung titik
Angka jarang bohong, bahkan di tes Sekolah Kedinasan.
- Istirahatkan Mata
Gunakan aturan 20-20-20:
- Setiap 20 menit
- Lihat objek sejauh ±6 meter
- Selama 20 detik
Latihan figural tanpa istirahat justru bikin performa turun.
Penutup
Tes figural di Sekolah Kedinasan memang sering bikin mata lelah dan kepala panas. Tapi bukan berarti tidak bisa dikuasai.
Kuncinya:
- Jangan panik
- Jangan tergesa-gesa
- Gunakan strategi, bukan emosi
Mau itu analogi yang licik, ketidaksamaan yang nyebelin, atau serial yang bikin mata muter semuanya bisa dilalui dengan latihan yang tepat.
Ingat, lolos Sekolah Kedinasan bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap. Dan kesiapan itu dibangun pelan-pelan, termasuk dari soal figural yang kelihatannya sepele tapi ternyata krusial.
Kalau mata sudah terlatih, soal figural bukan lagi musuh tapi justru peluang buat unggul dari peserta lain. Semangat berjuang, pejuang Sekdin!
Baca artikel lainnya
Info Lengkap Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN)