Kalau kamu sedang bersiap menghadapi tes Sekolah Kedinasan, kemungkinan besar kamu sudah sadar satu hal penting: soal TIU itu bukan cuma soal hitung-hitungan. Banyak peserta yang sebenarnya jago matematika dasar, tapi langsung nge-freeze begitu berhadapan dengan soal cerita yang panjang dan kelihatannya ribet.
Padahal, kalau dibedah pelan-pelan, soal cerita TIU Sekolah Kedinasan itu punya pola yang hampir selalu berulang. Masalahnya, banyak peserta belum tahu cara “menerjemahkan” bahasa soal ke dalam rumus yang tepat. Akhirnya, baru baca setengah paragraf saja, kepala sudah pusing duluan.
Nah, di artikel ini kita bakal bahas strategi cepat, praktis, dan efisien buat menaklukkan soal cerita TIU sekdin, khususnya yang hampir pasti muncul:
- Jarak, Waktu, dan Kecepatan (JKW)
- Debit, Volume, dan Waktu (DVW)
- Perbandingan (senilai & berbalik nilai)
Tenang, bahasanya santai dan fokus ke cara berpikir biar kamu nggak gampang kejebak.
Kenapa Soal Cerita TIU Sekolah Kedinasan Terasa Sulit?
Sebelum masuk ke rumus, kita bahas dulu akar masalahnya. Banyak peserta Sekolah Kedinasan merasa soal cerita itu susah karena:
- Kalimatnya panjang dan muter-muter
- Angkanya banyak dan kelihatan “menakutkan”
- Bingung mulai dari mana
- Takut salah pilih rumus
Padahal, soal cerita TIU sekdin itu bukan soal siapa yang paling jago ngitung cepat, tapi siapa yang paling paham konsep dan pola soal. Kalau kamu sudah tahu polanya, soal sepanjang apa pun bisa diselesaikan dengan santai.
Strategi Awal: Jangan Langsung Ngitung!
Ini kesalahan klasik peserta Sekolah Kedinasan:
baru baca soal, langsung coret-coret angka.
Padahal langkah yang benar justru:
- Baca soal pelan tapi fokus
- Tandai informasi penting
- Tentukan jenis soal (JKW, DVW, atau Perbandingan)
- Samakan satuan
- Baru masuk ke rumus
Ingat, soal cerita TIU itu 70% logika, 30% hitungan.
- Jarak, Waktu, dan Kecepatan (JKW)
Materi ini bisa dibilang raja-nya soal cerita TIU Sekolah Kedinasan. Hampir tiap tahun selalu ada.
Rumus Sakti JKW
Rumus dasarnya simpel banget:
- Jarak = Kecepatan × Waktu
- Kecepatan = Jarak ÷ Waktu
- Waktu = Jarak ÷ Kecepatan
Biar gampang diingat, banyak yang pakai konsep segitiga JKW. Jarak di atas, Kecepatan dan Waktu di bawah.
Kesalahan Umum di Soal JKW Sekolah Kedinasan
Kesalahan paling sering bukan di rumus, tapi di:
- Salah satuan (jam vs menit)
- Salah paham cerita
- Terjebak angka besar
Makanya, sebelum ngitung, pastikan semua satuan sudah sama.
Variasi Soal JKW yang Sering Menjebak
- Soal Papasan
Biasanya ceritanya tentang dua kendaraan berangkat dari arah berlawanan. Kuncinya:
- Kecepatan dijumlahkan
- Jarak tetap
- Waktu dicari
Logikanya sederhana: karena saling mendekat, jaraknya makin cepat habis.
Soal papasan hampir selalu muncul di tes TIU Sekolah Kedinasan, jadi wajib kamu kuasai.
- Soal Menyusul
Ini kebalikannya papasan. Biasanya dua kendaraan searah, satu lebih cepat.
Kuncinya:
- Kecepatan dikurangkan
- Jarak adalah selisih posisi awal
Kalau kamu salah antara papasan dan menyusul, dijamin jawaban bakal meleset jauh.
- Debit, Volume, dan Waktu (DVW)
Kalau JKW sudah, sekarang masuk ke debit. Soal debit juga favorit di TIU Sekolah Kedinasan, biasanya dikemas dalam cerita bak mandi, kolam, atau kran air.
Rumus Dasar Debit
- Debit = Volume ÷ Waktu
- Volume = Debit × Waktu
- Waktu = Volume ÷ Debit
Konsepnya mirip JKW, cuma ganti istilah saja.
Hal yang Sering Mengecoh di Soal Debit
Peserta Sekolah Kedinasan sering kejebak karena:
- Ada kran masuk dan kran keluar
- Debit digabung atau dikurang
- Satuan volume beda (liter vs m³)
Kuncinya:
- Kalau air masuk semua → debit dijumlah
- Kalau ada yang keluar → debit dikurang
Selalu perhatikan arah aliran airnya.
Contoh Pola Soal Debit TIU Sekolah Kedinasan
Biasanya soal bakal bilang:
- Bak diisi oleh beberapa kran
- Salah satu kran bocor
- Waktu penuh ditanyakan
Tipsnya:
- Hitung debit total dulu
- Tentukan apakah bersih (masuk saja) atau ada pengurangan
- Baru cari waktu
- Perbandingan: Senilai vs Berbalik Nilai
Ini materi yang kelihatannya gampang, tapi sering bikin peserta Sekolah Kedinasan nyasar.
Perbandingan Senilai
Kalau satu naik, yang lain ikut naik.
Contoh:
- Jumlah barang dan harga
- Waktu dan jarak (kecepatan tetap)
- Jumlah pekerja dan hasil (waktu tetap)
Rumusnya:
- A₁ / B₁ = A₂ / B₂
Perbandingan Berbalik Nilai
Kalau satu naik, yang lain turun.
Contoh klasik di TIU sekdin:
- Jumlah pekerja dan waktu
- Kecepatan dan waktu (jarak tetap)
- Mesin dan lama pengerjaan
Rumusnya:
- A₁ × B₁ = A₂ × B₂
Cara Cepat Membedakan Senilai atau Berbalik Nilai
Tanya satu hal sederhana:
“Kalau yang satu nambah, yang lain ngapain?”
- Ikut nambah → senilai
- Malah berkurang → berbalik nilai
Trik ini ampuh banget dan sering menyelamatkan peserta Sekolah Kedinasan dari jawaban jebakan.
Tips Menghadapi Soal Cerita TIU Sekolah Kedinasan
- Fokus ke Kata Kunci
Biasanya soal cerita TIU Sekolah Kedinasan punya kata kunci seperti:
- “bersama-sama”
- “berpapasan”
- “menyusul”
- “lebih cepat”
- “lebih lama”
Kata-kata ini penunjuk jenis soal.
- Samakan Satuan di Awal
Jangan remehkan satuan. Banyak peserta Sekolah Kedinasan gagal bukan karena konsep, tapi karena:
- km/jam dicampur menit
- liter dicampur m³
Samakan dulu, baru hitung.
- Jangan Terpancing Panjang Soal
Soal panjang bukan berarti sulit. Kadang kalimatnya cuma pemanis cerita. Ambil yang penting saja.
Peserta Sekolah Kedinasan yang sukses biasanya:
- Langsung coret info nggak penting
- Fokus ke angka dan hubungan antar variabel
- Banyak Latihan Pola, Bukan Hafalan
TIU Sekolah Kedinasan bukan soal hafalan rumus, tapi soal refleks pola. Semakin sering kamu latihan:
- Papasan
- Menyusul
- Debit gabungan
- Perbandingan pekerja
Otakmu akan otomatis tahu harus pakai rumus apa.
Penutup
Soal cerita TIU Sekolah Kedinasan sebenarnya bukan monster menakutkan. Mereka cuma soal logika yang disamarkan dalam cerita panjang. Kalau kamu sudah paham pola JKW, DVW, dan Perbandingan, rasa panik akan berkurang drastis.
Ingat, kunci lolos sekdin bukan cuma pintar, tapi juga tenang, paham konsep, dan terbiasa dengan pola soal. Jadi daripada takut duluan lihat soal cerita, mending kamu senyum dan bilang dalam hati: “Oh, ini pola itu lagi.”
Latihan rutin, pahami konsep, dan biasakan berpikir cepat. Pelan-pelan, soal cerita TIU Sekolah Kedinasan bakal terasa jauh lebih ringan dan bisa kamu taklukkan dengan percaya diri.
Baca artikel lainnya
Politeknik Maritim Negeri Indonesia (POLIMARIN), Sekolah Kemaritiman Terbaik