Akademi Metrologi dan Instrumentasi

Mengenal Lebih Dekat Akademi Metrologi dan Instrumentasi

Info Sekolah Kedinasan

Kalau bicara soal perguruan tinggi, kebanyakan orang langsung kepikiran universitas besar dengan jurusan populer seperti teknik, kedokteran, atau ekonomi. Padahal, ada juga kampus vokasi yang fokusnya sangat spesifik dan perannya super vital dalam dunia industri dan perdagangan. Salah satunya adalah Akademi Metrologi dan Instrumentasi, sebuah perguruan tinggi yang konsisten mencetak tenaga ahli di bidang pengukuran dan instrumen.

Walaupun namanya mungkin belum terlalu akrab di telinga masyarakat umum, keberadaan Akademi Metrologi dan Instrumentasi punya kontribusi besar dalam menjaga keakuratan alat ukur yang kita gunakan sehari-hari. Mulai dari timbangan di pasar, alat ukur di industri, hingga sistem pengujian di laboratorium. Semua itu tidak lepas dari peran tenaga metrologi dan instrumentasi yang profesional.

Awal Mula Sejarah Metrologi di Indonesia

Sejarah panjang pendidikan metrologi di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak zaman kolonial. Tahun 1924 menjadi tonggak awal dengan adanya program ijkercursus yang bekerja sama dengan Technische Hogeschool (THS) di Bandung, yang kini dikenal sebagai ITB. Program ini bertujuan menyiapkan tenaga ahli pengukuran yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas perdagangan dan industri saat itu.

Perjalanan panjang ini terus berkembang. Pada tahun 1954, pemerintah secara resmi mendirikan Kursus Ahli Praktek Metrologi dari Jawatan Tera melalui surat keputusan menteri. Setahun kemudian, seiring perubahan nama Jawatan Tera menjadi Jawatan Metrologi, program pendidikan tersebut juga mengalami penyesuaian nama menjadi Akademi Ahli Praktek Metrologi.

Tak berhenti di situ, pada 1959 nama lembaga kembali disempurnakan menjadi Akademi Metrologi dengan masa pendidikan dua tahun. Inilah cikal bakal lahirnya institusi yang kelak menjadi Akademi Metrologi dan Instrumentasi seperti yang kita kenal sekarang.

Dinamika dan Tantangan di Masa Awal

Perjalanan sebuah institusi pendidikan tentu tidak selalu mulus. Di tahun 1961, muncul gagasan besar untuk merombak sistem dan organisasi Akademi Metrologi. Pendidikan diperpanjang menjadi tiga tahun, mahasiswa berstatus pegawai negeri dengan tugas belajar, serta disediakan fasilitas asrama dan jaminan sosial. Tujuannya jelas, menciptakan lulusan yang lebih siap secara akademik dan praktik.

Namun, pada tahun 1970, Akademi Metrologi sempat dinonaktifkan akibat kebijakan pelarangan perguruan tinggi kedinasan. Kondisi ini menjadi masa yang cukup berat bagi pengembangan pendidikan metrologi di Indonesia.

Untungnya, semangat untuk mempertahankan pendidikan di bidang pengukuran tidak pernah padam. Tahun 1974, kegiatan kembali dihidupkan melalui Kursus Ahli Metrologi dengan dukungan Lembaga Administrasi Negara. Program kursus ini terus berlanjut hingga awal 1980-an dengan sistem kursus berjenjang, mulai dari pengamat tera hingga ahli metrologi.

Kerja Sama dengan ITB dan Jalan Menuju Kampus Mandiri

Memasuki era modern, kebutuhan akan tenaga ahli metrologi semakin meningkat. Hal ini mendorong adanya program beasiswa jurusan Metrologi dan Instrumentasi melalui kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan ITB pada periode 2009 hingga 2013. Program ini menjadi jembatan penting menuju berdirinya lembaga pendidikan yang lebih mandiri.

Akhirnya, pada tahun 2014, resmi berdirilah Akademi Metrologi dan Instrumentasi sebagai perguruan tinggi vokasi. Setahun kemudian, izin pembukaan Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi diperoleh, dan pada 2016 kampus ini untuk pertama kalinya menerima mahasiswa baru.

Sejak saat itu, Akademi Metrologi dan Instrumentasi terus berkembang, baik dari segi kualitas pendidikan, fasilitas, maupun pengakuan formal dari lembaga akreditasi nasional.

Capaian Akreditasi yang Terus Meningkat

Sebagai perguruan tinggi, akreditasi adalah salah satu indikator mutu yang sangat penting. Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi pertama kali meraih akreditasi dengan peringkat C pada tahun 2018. Walaupun terkesan sederhana, ini menjadi langkah awal yang krusial.

Kerja keras civitas akademika akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Pada tahun 2021, perguruan tinggi ini memperoleh predikat “BAIK” dari BAN-PT untuk akreditasi institusi. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2024, Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi berhasil meraih akreditasi “BAIK SEKALI” dari LAM Teknik PII.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Akademi Metrologi dan Instrumentasi sebagai lembaga pendidikan vokasi yang kredibel dan terus berbenah ke arah yang lebih baik.

Visi Besar Akademi Metrologi dan Instrumentasi

Setiap kampus pasti punya mimpi besar yang ingin dicapai, begitu juga dengan Akademi Metrologi dan Instrumentasi. Visi utama kampus ini adalah menjadi pusat unggulan pendidikan tinggi yang profesional di bidang metrologi, instrumentasi, dan perdagangan untuk mendukung daya saing bangsa.

Visi ini bukan sekadar slogan. Implementasinya terlihat dari orientasi pendidikan yang berbasis kebutuhan industri dan regulasi pengukuran. Kampus ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menanamkan pemahaman moral, etika, dan integritas profesional kepada mahasiswanya.

Misinya pun cukup lengkap, mulai dari menyelenggarakan pendidikan berkualitas, melakukan penelitian terapan, hingga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat. Semuanya dirancang agar lulusan benar-benar siap terjun ke dunia kerja.

Fokus Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi

Menariknya, Akademi Metrologi dan Instrumentasi hanya memiliki satu program studi, yaitu D3 Metrologi dan Instrumentasi. Fokus tunggal ini justru menjadi kekuatan tersendiri karena seluruh sumber daya diarahkan untuk mengembangkan kualitas program tersebut.

Program studi ini mengusung visi menjadi penyelenggara pendidikan vokasi yang profesional di bidang metrologi dan instrumentasi. Artinya, pembelajaran lebih banyak diarahkan pada praktik langsung, pemecahan masalah nyata, dan penguasaan teknologi pengukuran.

Misinya mencakup penyediaan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan, pelaksanaan penelitian terapan, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada tertib ukur dan teknologi tepat guna.

Apa Itu Metrologi dan Instrumentasi?

Buat yang belum familiar, metrologi adalah ilmu tentang pengukuran. Tapi jangan salah, cakupannya luas banget. Mulai dari metrologi ilmiah yang berkaitan dengan standar pengukuran, metrologi industri untuk mendukung proses produksi, hingga metrologi legal yang menjamin kebenaran alat ukur dalam perdagangan.

Sementara instrumentasi berkaitan dengan pengembangan dan penggunaan alat ukur untuk mengukur besaran fisika seperti suhu, tekanan, massa, dan listrik. Di Akademi Metrologi dan Instrumentasi, instrumentasi juga dikombinasikan dengan teknologi mikrokontroler sehingga lulusannya punya kemampuan teknis yang relevan dengan era industri modern.

Kombinasi dua bidang ini membuat lulusan punya peran strategis dalam menjaga mutu produk, keselamatan konsumen, dan efisiensi proses industri.

Fasilitas Penunjang Pembelajaran

Sebagai kampus vokasi, fasilitas praktik menjadi kebutuhan utama. Akademi Metrologi dan Instrumentasi menyediakan gedung perkuliahan untuk kegiatan belajar mengajar teori, serta gedung laboratorium yang menjadi jantung pembelajaran.

Di laboratorium inilah mahasiswa belajar langsung melakukan pengujian dan kalibrasi alat ukur, baik UTTP (alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya) maupun BDKT (barang dalam keadaan terbungkus). Pengalaman praktik ini sangat penting untuk membentuk kompetensi teknis mahasiswa.

Selain itu, tersedia ruang kantor untuk administrasi akademik dan masjid sebagai sarana ibadah bagi seluruh civitas akademika. Fasilitas terus dikembangkan agar bisa menunjang proses belajar yang nyaman dan efektif.

Peluang Karier Lulusan

Lulusan Akademi Metrologi dan Instrumentasi punya peluang kerja yang cukup luas. Mereka bisa bekerja di sektor industri manufaktur, lembaga kalibrasi, instansi pemerintah, perusahaan energi, otomotif, hingga sektor kesehatan dan lingkungan.

Keahlian di bidang pengukuran dan instrumentasi sangat dibutuhkan untuk menjamin kualitas produk dan proses. Selain itu, lulusan juga dibekali kemampuan dalam sistem kontrol dan otomasi, yang semakin relevan di era industri 4.0.

Tidak sedikit juga alumni yang berkontribusi dalam pengawasan alat ukur perdagangan, memastikan konsumen mendapatkan haknya melalui pengukuran yang adil dan akurat.

Penutup

Walaupun tidak sepopuler kampus umum lainnya, Akademi Metrologi dan Instrumentasi punya peran penting dalam menjaga keakuratan pengukuran di Indonesia. Sejarah panjang, fokus pendidikan yang jelas, serta peningkatan kualitas yang konsisten menjadikan kampus ini layak diperhitungkan.

Bagi kamu yang tertarik dengan dunia pengukuran, alat ukur, dan teknologi terapan yang langsung bersentuhan dengan industri dan perdagangan, kampus ini bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Dengan pendekatan vokasi yang kuat, Akademi Metrologi dan Instrumentasi membuktikan bahwa kampus kecil pun bisa punya dampak besar bagi pembangunan bangsa.

Baca artikel lainnya

Mengenal Universitas Pertahanan Indonesia