Kalau bicara soal pendidikan militer yang fokus ke teknologi maritim, nama Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut pasti langsung muncul di daftar teratas. Kampus ini bukan sekadar tempat kuliah biasa, tapi jadi dapur lahirnya para prajurit teknokrat yang siap menguasai teknologi pertahanan laut Indonesia. Mulai dari mesin kapal perang, sistem elektronika, sampai pemetaan laut dan analisis sistem, semuanya dipelajari secara serius di sini.
Di tengah tantangan modernisasi alutsista dan tuntutan pertahanan laut yang makin kompleks, peran Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut makin strategis. Kampus ini bukan hanya mencetak lulusan pintar teori, tapi juga siap terjun langsung di lapangan, baik di kapal perang, pangkalan TNI AL, maupun satuan-satuan strategis lainnya.
Sejarah Panjang yang Penuh Transformasi
Perjalanan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut tidak terjadi dalam semalam. Sejarahnya panjang dan penuh perubahan seiring kebutuhan organisasi TNI AL. Semua bermula pada tahun 1961, saat TNI AL mendirikan Lembaga Penyelidikan dan Pengembangan Angkatan Laut di kawasan Cipulir, Jakarta. Fokus awalnya adalah riset dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung kekuatan laut nasional.
Seiring waktu, lembaga ini mengalami beberapa kali pergantian nama. Di era 1960-an, namanya berubah menjadi Lembaga Ilmiah Angkatan Laut (IAL). Tak lama kemudian, tepatnya 15 Maret 1966, statusnya meningkat menjadi Institut Ilmiah Angkatan Laut (IIAL). Perubahan ini menandai keseriusan TNI AL dalam mengembangkan pendidikan berbasis ilmu dan teknologi.
Pada 15 April 1976, lembaga ini kembali bertransformasi menjadi Pendidikan Ilmiah Angkatan Laut (PICAL). Di fase ini, fungsi pendidikan mulai lebih menonjol, terutama dalam mencetak perwira yang memiliki latar belakang akademik kuat. Hingga akhirnya pada tahun 1988, secara resmi berdirilah Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut seperti yang dikenal sekarang.
Pindah Markas dan Penguatan Peran Pendidikan
Salah satu momen penting dalam sejarah Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut adalah perpindahan lokasi dari Cipulir ke Surabaya. Perpindahan ini terjadi secara bertahap dan disertai dengan bergabungnya STTAL ke dalam Kodikal, yang kini dikenal sebagai Kobangdikal. Langkah ini membuat STTAL semakin terintegrasi dengan sistem pendidikan TNI AL secara keseluruhan.
Tonggak penting lainnya terjadi pada tahun 2014, ketika STTAL resmi menjadi Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) di bawah Markas Besar Angkatan Laut. Status ini memperkuat posisi STTAL sebagai perguruan tinggi militer mandiri yang berfokus pada pengembangan teknologi pertahanan maritim. Sejak saat itu, peran STTAL tidak hanya sebatas pendidikan, tapi juga riset dan inovasi teknologi.
Fokus Pendidikan Teknologi Maritim
Berbeda dengan kampus militer pada umumnya, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut punya ciri khas kuat di bidang sains dan teknologi. Pendidikan di sini diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata TNI AL, terutama dalam penguasaan dan pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista).
Pada masa awal, STTAL lebih banyak menyelenggarakan pendidikan setara pascasarjana dengan dukungan kerja sama bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun seiring berkembangnya kebutuhan organisasi, program pendidikan diperluas hingga jenjang Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), dan Strata Dua (S2).
Kini, STTAL menjadi satu-satunya perguruan tinggi di lingkungan TNI AL yang secara konsisten mengembangkan pendidikan berbasis IPTEK maritim dan terakreditasi oleh BAN-PT.
Visi dan Misi
Sebagai institusi pendidikan strategis, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut punya visi besar. Visi utamanya adalah menjadi pusat unggulan pendidikan vokasi teknologi pertahanan maritim yang handal, unggul, dan diperhitungkan di tingkat regional.
Visi ini dijabarkan ke dalam berbagai misi, antara lain:
- Menyelenggarakan pendidikan vokasi IPTEK pertahanan maritim yang berkualitas
- Mengembangkan penelitian dan inovasi teknologi keangkatanlautan
- Membentuk prajurit profesional yang cerdas, patriotik, dan kreatif
- Membangun kerja sama strategis dengan industri pertahanan dan perguruan tinggi
- Melaksanakan pengabdian masyarakat berbasis riset dan teknologi
Dengan visi-misi tersebut, STTAL tidak hanya fokus ke internal TNI AL, tapi juga memberi dampak lebih luas bagi pembangunan nasional.
Motto dan Budaya Kerja yang Jadi Pegangan
STTAL punya motto khas: Dharma Vidya Adiguna, yang bermakna pengabdian, ilmu, dan kebermanfaatan. Motto ini bukan sekadar slogan, tapi benar-benar diterapkan dalam keseharian civitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut.
Budaya kerja yang ditanamkan juga kuat, yaitu “Cerdas Berpikir” dan “Semangat Berkarya”. Mahasiswa dituntut kritis secara intelektual, tapi juga inovatif dan produktif dalam berkarya. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan tantangan teknologi pertahanan modern.
Program Studi Lengkap dari D3 sampai S2
Salah satu kekuatan utama Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut adalah variasi program studinya. Semua jurusan dirancang untuk mendukung tugas teknis dan operasional di lingkungan pertahanan laut.
Program Diploma Tiga (D3)
Untuk jenjang D3, STTAL membuka beberapa jurusan strategis seperti:
- Teknik Mesin
- Teknik Elektro (Elektronika)
- Teknik Informatika
- Hidro-Oseanografi
Program ini cocok untuk mencetak personel teknis yang siap pakai di satuan-satuan TNI AL maupun instansi terkait.
Program Strata Satu (S1)
Di jenjang S1, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut menawarkan jurusan:
- Teknik Mesin
- Teknik Elektro
- Teknik Informatika
- Teknik Manajemen Industri
- Hidrografi
Program S1 ini dirancang untuk membentuk perwira dengan kemampuan analisis, manajerial, dan teknis yang seimbang.
Program Strata Dua (S2)
Untuk tingkat lanjut, STTAL memiliki:
- S2 Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO)
- S2 Hidrografi
Program S2 ASRO mulai dibuka sejak 2013, sedangkan S2 Hidrografi menyusul pada 2023. Keduanya memperkuat peran STTAL sebagai pusat pengembangan ilmu pertahanan laut.
Siapa Saja yang Bisa Kuliah di STTAL?
Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut mayoritas berasal dari prajurit TNI AL. Namun bukan cuma itu, STTAL juga membuka kesempatan bagi prajurit TNI AD, TNI AU, hingga anggota Polri. Untuk jenjang tertentu, lulusan SMA dan SMK juga bisa mengikuti pendidikan D3.
Dengan komposisi mahasiswa seperti ini, suasana kampus terasa unik. Disiplin militer tetap dijaga, tapi atmosfer akademik dan diskusi ilmiah juga sangat kental. Ini jadi kombinasi menarik antara dunia militer dan dunia kampus.
Fasilitas Lengkap dan Berstandar Militer
Dari sisi fasilitas, STTAL bisa dibilang sangat lengkap. Kampus pusatnya berada di Bumimoro, Krembangan, Surabaya, dengan lingkungan yang mendukung pendidikan militer dan akademik.
Fasilitas pendidikan mencakup berbagai laboratorium canggih seperti:
- Laboratorium elektronika dan senjata
- Laboratorium fisika dan kimia
- Laboratorium bahasa
- Bridge simulator
- Laboratorium perencanaan dan instalasi mesin
Ruang kelasnya sudah berbasis smartclass dengan proyektor dan fasilitas modern lainnya. Perpustakaan juga tersedia untuk mendukung kegiatan riset dan belajar mahasiswa.
Akses Langsung ke Alutsista dan KRI
Hal yang bikin STTAL beda dari kampus lain adalah akses langsung ke alutsista TNI AL. Mahasiswa bisa belajar langsung dari kapal perang Republik Indonesia (KRI), fasilitas pemeliharaan, hingga sistem persenjataan modern.
Pengalaman ini jelas tidak bisa didapatkan di kampus sipil. Mahasiswa STTAL belajar teknologi bukan cuma dari buku, tapi langsung dari objek nyata yang digunakan dalam operasi pertahanan laut.
Sarana Olahraga dan Pendukung yang Lengkap
Selain fasilitas akademik, STTAL juga punya sarana pendukung yang lengkap. Mulai dari gedung perkuliahan seperti Maspardi, Mandala, dan Salahuntu, hingga auditorium untuk kegiatan besar.
Fasilitas olahraga juga tersedia, seperti GOR, kolam renang, lapangan tenis, lapangan tembak, panjat tebing, dan halang rintang. Ada juga mess taruna, fasilitas kesehatan yang terhubung dengan RSPAL, museum, hingga sarana transportasi.
Semua ini dirancang untuk mendukung pembentukan prajurit teknokrat yang sehat fisik dan matang secara intelektual di STTAL.
Penutup
Melihat perjalanan panjang dan peran strategisnya, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut jelas bukan sekadar kampus biasa. STTAL adalah pusat pengembangan SDM unggul yang siap menjawab tantangan pertahanan maritim Indonesia di masa depan.
Dengan dukungan program studi lengkap, fasilitas modern, serta budaya kerja yang kuat, STTAL terus berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian alutsista dan kekuatan laut nasional. Bagi siapa pun yang ingin mengabdi lewat jalur teknologi pertahanan, STTAL adalah pilihan yang sangat relevan dan prestisius.
Baca artikel lainnya