Kalau kamu sedang berjuang masuk Sekolah Kedinasan, satu hal penting yang sering dianggap sepele tapi efeknya besar adalah ketelitian bahasa. Banyak peserta gagal bukan karena tidak pintar, tapi karena terjebak hal-hal kecil yang kelihatannya “nggak masalah”, padahal salah menurut aturan bahasa resmi.
Masalah klasiknya ada di kata baku dan tidak baku. Kita sering merasa suatu kata sudah benar hanya karena sering dipakai sehari-hari. Padahal, di soal TWK Bahasa Indonesia atau TIU verbal, yang dipakai bukan bahasa warung kopi, tapi standar PUEBI dan KBBI.
Masuk sekdin itu bukan cuma soal logika dan hafalan undang-undang, tapi juga soal ketepatan. Salah satu jebakan paling sering muncul adalah pemilihan kata yang kelihatannya sepele, tapi bisa bikin jawaban kamu langsung gugur.
Nah, artikel ini bakal ngebahas secara santai tentang kata baku vs tidak baku yang sering muncul di soal ujian Sekolah Kedinasan. Cocok banget buat kamu yang lagi pemanasan sebelum tes.
Kenapa Kata Baku Penting Banget di Ujian Sekolah Kedinasan?
Coba jujur, pernah nggak kamu nulis “ijin” dan merasa itu aman-aman aja? Atau ngerasa “analisa” lebih enak daripada “analisis”? Dalam percakapan sehari-hari, mungkin nggak ada yang protes. Tapi di soal resmi Sekolah Kedinasan, itu bisa jadi kesalahan fatal.
Soal bahasa Indonesia di ujian Sekolah Kedinasan biasanya tidak menguji rasa bahasa, tapi aturan bahasa. Artinya, yang dinilai bukan kata yang sering dipakai, tapi kata yang diakui secara resmi.
Kesalahan satu huruf saja bisa:
- Menggugurkan satu soal
- Mengurangi nilai total
- Menggeser peringkat kamu dari ambang kelulusan
Makanya, menguasai kata baku itu bukan tambahan, tapi kebutuhan wajib kalau serius ingin lolos sekdin.
Kata Baku vs Tidak Baku yang Sering Jadi “Langganan Soal”
Berdasarkan pola soal dari tahun ke tahun, ada beberapa kata yang hampir selalu muncul sebagai jebakan. Biasanya opsinya kelihatan mirip, cuma beda satu huruf. Di sinilah banyak peserta Sekolah Kedinasan terpeleset.
- Analisis vs Analisa
✔️ Analisis
❌ Analisa
Bentuk bakunya adalah analisis. Kata ini berasal dari bahasa asing dengan akhiran -ysis yang diserap menjadi -isis. Di soal Sekolah Kedinasan, “analisa” hampir selalu jadi opsi pengecoh.
- Apotek vs Apotik
✔️ Apotek
❌ Apotik
Tips gampangnya: orang yang kerja di sana disebut apoteker, bukan apotiker. Jadi bentuk yang benar adalah apotek. Ini sering banget keluar di soal sinonim atau perbaikan kalimat di ujian Sekolah Kedinasan.
- Izin vs Ijin
✔️ Izin
❌ Ijin
Ini salah satu kesalahan paling umum. Banyak orang terbiasa nulis “ijin”, padahal yang diakui KBBI adalah izin. Ingat saja: asal katanya dari bahasa Arab dan menggunakan huruf z.
- Sekadar vs Sekedar
✔️ Sekadar
❌ Sekedar
Kata dasarnya adalah kadar, bukan keder. Makanya bentuk yang benar adalah sekadar. Di soal Sekolah Kedinasan, kata ini sering muncul dalam kalimat narasi.
- Praktik vs Praktek
✔️ Praktik
❌ Praktek
Ingat kata praktisi. Kalau orangnya praktisi, kegiatannya praktik. Bukan praktek. Ini jebakan klasik di soal perbaikan ejaan.
- Antre vs Antri
✔️ Antre
❌ Antri
Petunjuknya ada di kata turunannya: antrean, bukan antrian. Walaupun “antri” sering dipakai sehari-hari, di ujian Sekolah Kedinasan tetap dianggap salah.
- Kualitas vs Kwalitas
✔️ Kualitas
❌ Kwalitas
Bentuk bakunya tanpa huruf w. Banyak peserta terkecoh karena pengucapan lisan terdengar “kwalitas”.
- Hierarki vs Hirarki
✔️ Hierarki
❌ Hirarki
Karena berasal dari hierarchy, huruf e tetap dipertahankan. Ini sering muncul di soal bertema organisasi atau struktur pemerintahan di Sekolah Kedinasan.
- Risiko vs Resiko
✔️ Risiko
❌ Resiko
Kesalahan ini muncul karena kebiasaan ngomong. Tapi yang benar menurut KBBI adalah risiko dengan huruf i.
- Zaman vs Jaman
✔️ Zaman
❌ Jaman
Ingat, huruf z lagi-lagi jadi kunci. Ini sering keluar di soal bacaan sejarah di ujian Sekolah Kedinasan.
- Ekstrem vs Ekstrim
✔️ Ekstrem
❌ Ekstrim
Karena berasal dari extreme, maka bentuk bakunya menggunakan huruf e, bukan i.
- Jadwal vs Jadual
✔️ Jadwal
❌ Jadual
Tidak ada huruf u di bentuk bakunya. Ini termasuk kata yang sering dianggap benar padahal salah.
Pola Kesalahan Kata yang Sering Menjebak
Selain hafalan kata per kata, kamu juga perlu paham polanya. Ini penting banget buat mengerjakan soal Sekolah Kedinasan yang sifatnya analitis.
- Akhiran -ir vs -asi
Banyak kata kerja yang sering salah karena ditambahkan “-ir”.
✔️ Baku:
- Koordinasi
- Legalisasi
- Proyeksi
❌ Tidak baku:
- Koordinir
- Legalisir
- Proyeksir
Kalau ketemu bentuk berakhiran “-ir” di soal Sekolah Kedinasan, patut dicurigai.
- Huruf f, v, dan p
Bahasa Indonesia mempertahankan huruf f pada kata serapan tertentu.
✔️ Baku:
- Aktif
- Kreatif
- Efektif
❌ Tidak baku:
- Aktip
- Kreatip
- Efektip
Pengecualian yang sering muncul:
- Provinsi (bukan propinsi)
- Napas (bukan nafas)
- Kata Majemuk: Digabung atau Dipisah?
Ini favorit pembuat soal Sekolah Kedinasan.
Ditulis terpisah:
- Kerja sama
- Terima kasih
- Tanggung jawab
- Olah raga
Ditulis digabung:
- Beasiswa
- Kacamata
- Matahari
- Segitiga
Biasanya soal berbunyi: “Kalimat berikut yang penulisannya sudah benar adalah …”
Strategi Biar Nggak Salah Lagi di Ujian Sekolah Kedinasan
Belajar kata baku itu bukan cuma soal hafalan, tapi kebiasaan. Berikut beberapa trik yang bisa kamu terapkan.
- Biasakan Cek KBBI
Kalau ragu, cek di aplikasi KBBI versi resmi. Ini senjata wajib pejuang Sekolah Kedinasan.
- Jangan Percaya Logika Lisan
Yang sering diucapkan belum tentu benar. Di ujian Sekolah Kedinasan, yang benar adalah yang sesuai aturan.
- Banyak Baca Teks Formal
Artikel berita, jurnal, dan dokumen resmi biasanya pakai bahasa baku. Ini bisa melatih insting kamu.
- Catat Kesalahan Pribadi
Setiap kali salah jawab, tulis kata tersebut dan hafalkan versi bakunya. Ini efektif banget.
Penutup
Masuk Sekolah Kedinasan berarti kamu sedang mempersiapkan diri jadi aparatur negara. Dunia kerja nanti menuntut komunikasi resmi, surat dinas, dan laporan formal. Semua itu butuh bahasa yang benar.
Jadi, belajar kata baku bukan cuma demi nilai ujian Sekolah Kedinasan, tapi juga investasi jangka panjang buat karier kamu.
Mulai sekarang, coba biasakan:
- Nulis pesan dengan kata baku
- Posting dengan bahasa yang rapi
- Mengoreksi kata yang sering kamu salah tulis
Intinya Kata Baku = Cerminan Profesionalisme.
Sedikit demi sedikit, kamu bakal lebih peka dan siap menghadapi soal-soal menjebak di ujian sekdin.
Baca artikel lainnya
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Bagaimana Cara Daftarnya?